Material dan Tim Sudah di Batam, PGN Optimis Target Sambungan 10 Ribu Jargas Selesai 2026

Batam – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sudah menjalankan amanat pemerintah pusat, menjadikan Batam sebagai Kota Gas atau Gas City. Saat ini, material untuk digunakan dalam membangun 10 ribu Jargas pada tahun 2026, sudah ada di Batam. Termaksud didalamnya, tim proyek yang akan menjalankan proyek itu.

Demikian diungkapkan Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Batam, Wendi Purwanto, Jumat (27/2/2026), di Batam. “Kita optimis, mampu mencapai target 10 ribu sambungan Jargas pada tahun 2026 ini,” ungkap Wendi kepada wartawan.

Diakui, saat ini material yang akan digunakan dalam membangun Jargas tersebut, saat ini sudah tersedia di Batam. “Tim proyek dan material untuk Jargas, sudah ada di Batam. Untuk pemasangan, menggunakan subcon dari luar Batam, namun untuk pekerja tetap dari Batam,” ungkap Wendi.

Bahkan diakui Wendi, proses pengerjaan pemasangan Jargas tahun 2026, sudah berjalan. Termaksud selama ramadhan, pengerjaan jaringan gas (Jargas), tetap berlangsung. “Saat ini, selama bulan ramadhan juga tetap bekerja. Kita targetkan, selama Ramadhan, sekitar 300 sambungan baru sudah terpasang,” harapnya.

Hanya saja diakui Wendi, kendala yang dihadapi pihaknya, terkait pemasangan pipa kedapur warga. Banyak warga yang tidak ada dirumah, saat tim pemasangan pipa Jargas, akan melakukan pekerjaannya.

“Rata-rata orang Batam kan kerja. Kalau siang mereka tidak ada. Maunya mereka, Sabtu dan Minggu memasang jaringannya. Pada hal, Sabtu dan Minggu, sebagian petugas libur. Padahal, kita maunya Senin sampai Jumat. Karena hari itu, semua petugas bisa. Jadinya pemasangan menjadi terbatas,” beber Wendi yang sudah 8 tahun bertugas di Batam itu.

Diungkap Wendi, pada tahun 2026 ini, akan memperluas jaringan di wilayah-wilayah yang sudah ditargetkan. “Jaringan tersebut akan diperluas ke wilayah-wilayah yang selama ini masih menunggu layanan gas bumi,” imbuhnya mengakhiri.

Sebelumnya, Januari 2026, Wendi mengungkapkan kontruksi sambungan baru itu, dimulai Februari 2026. Sambungan baru itu akan dipasang di 30 perumahan, di tiga kecamatan. Masing-masing, kecamatan Sagulung, Batam Kota dan Batuaji. “Kalau di Sekupang atau Tiban, itu tambahan nanti,” bebernya.

Dengan demikian, jika target itu tercapai hingga akhir 2026, maka rumah tangga pengguna Jargas di Batam mencapai 19.034 pelanggan. Hingga Desember 2025 lalu, jumlah pengguna Jargas di Batam, untuk rumah tangga 8.829. Kemudian, pelanggan kecil 92 dan komersial industri 113.

Melalui program Jargas ini, calon pengguna tidak dipungut biaya atau gratis, dari pipa induk ke pipa dinas untuk sambungan ke meteran gas pelanggan, hingga pipa instalasi, sambungan dari meteran ke kompor.

“Pemasangan jaringan hingga dapur, gratis hingga 15 meter. Jika lebih, baru ada dikenakan biaya tambahan,” beber Wendi.

Saat ini, pipa induk gas bumi di Batam, sudah terpasang sekitar 268 km. Dengan demikian, maka target yang dicanangkan pemerintah dan PGN pusat, diyakini bisa terealisasi pada tahun ini.

“Kita yakin, target tahun ini. Karena kita sudah mulai kontruksi Februari 2026. Tahun lalu agak lambat, karena kita mulai pemasangan, Oktober 2025,” imbuh Wendi.

Secara khusus, Wendi membeberkan kemudahan yang akan diterima, ketika Jargas sudah tersambung ke dapur masak. Dimana, pelanggan atau pengguna Jarga akan mendapat efisiensi biaya. Program Jargas ini juga menjadi transisi energi nasional dalam mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan LPG subsidi 3kg.

“Pelanggan juga tidak tergantung dengan LPG subsidi 3kg. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran atas kelangkaan gas. Energi sudah bisa dinikmati dengan harga kompetitif dan pasokan yang stabil,” harap Wendi.(mbb)