LINGGA – Di bawah langit Singkep yang cerah, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Lingga bergulir tanpa gemerlap berlebih. Namun justru dalam kesederhanaan itulah makna persatuan dan kepedulian menemukan tempatnya. Insan pers Lingga memilih merayakan hari bersejarah ini dengan merapatkan barisan, menyapa nurani, dan menyentuh denyut kehidupan masyarakat.
HPN 2026 di Lingga terajut melalui kolaborasi dua organisasi pers: Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lingga dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lingga. Tak sekadar seremonial, peringatan ini menjadi ruang perjumpaan gagasan dan ladang amal yang tumbuh dari semangat kebersamaan.
Pagi itu, secangkir kopi menjadi saksi percakapan yang hangat. Coffee morning digelar sebagai ruang bertukar pikiran antara jurnalis dan para mitra lintas instansi. Di sanalah diskusi mengalir, membahas peran pers, tantangan zaman, serta ikhtiar menjaga profesionalisme di tengah arus informasi yang kian deras.
Ketua Panitia HPN 2026 Lingga, Adhe Bakong, menuturkan rasa syukurnya atas terselenggaranya rangkaian kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, di momen HPN ini, IJTI bersama SMSI Lingga dan sejumlah instansi dapat duduk bersama, berbincang, dan berdiskusi dalam suasana penuh kekeluargaan,” ujarnya.
Namun peringatan itu tak berhenti pada kata-kata. Seusai coffee morning, langkah para jurnalis bergerak menuju lorong-lorong kepedulian. Paket-paket sembako dibawa, bukan sekadar sebagai bantuan, tetapi sebagai tanda kasih dari insan pers kepada mereka yang membutuhkan.
Panti jompo dan panti asuhan di Singkep menjadi persinggahan awal. Di sana, senyum para lansia dan anak-anak menyambut dengan mata berbinar, seolah berkata bahwa perhatian kecil mampu menghangatkan hari.
Tak hanya itu, bantuan juga disalurkan secara door to door kepada warga yang membutuhkan. Bahkan keluarga wartawan pun tak luput dari perhatian, menjadi bagian dari ikatan batin yang saling menguatkan di balik profesi yang kerap bekerja dalam sunyi.
“Selain ke panti jompo dan panti asuhan, paket sembako juga kami salurkan langsung ke warga yang membutuhkan secara door to door. Kami juga menyerahkan bantuan kepada keluarga wartawan,” tutur Adhe.
Bantuan tersebut terhimpun dari swadaya para jurnalis IJTI dan SMSI Lingga, diperkuat oleh uluran tangan para mitra. Mulai dari Ketua DPRD Lingga Maya Sari, Polres Lingga, Kejaksaan Negeri Lingga, Lapas, Imigrasi, PLN, PDAM Perumda Tirta Lingga, LBH Tuah Keadilan, PGRI, hingga sejumlah LSM yang selama ini berjalan seiring dengan insan pers.
Adhe pun menyampaikan apresiasi mendalam atas kebersamaan tersebut, seraya berharap jalinan komunikasi dan sinergi dapat terus terawat dalam bingkai profesionalisme.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah membersamai dan berkontribusi dalam kegiatan ini,” ucapnya.
Senada dengan itu, Ruslan selaku perwakilan IJTI Pengda Kepri di Lingga serta Ferdian Rahmat selaku Ketua SMSI Lingga menegaskan bahwa HPN bukan sekadar penanda kalender, melainkan pengingat akan tanggung jawab moral insan pers.
Bagi mereka, pers bukan hanya tentang menyampaikan kabar, tetapi juga tentang merawat solidaritas, memperkuat kolaborasi, dan menjaga marwah profesi. Harapan pun disematkan agar komunikasi dan koordinasi antara wartawan dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin harmonis, jujur, dan profesional.
Di Bumi Bunda Tanah Melayu ini, insan pers Lingga membuktikan bahwa kata-kata dapat berjalan seiring dengan perbuatan, dan bahwa jurnalisme sejati tumbuh dari hati yang peduli.
(Redaksi)



