BINTAN – Selama tahun 2019, beberapa titik jalan yang bergelombang dikeluhkan masyarakat. Hal ini dinilai menganggu kenyamanan pelintas jalan.
Seperti di sepanjang Jalan Lintas Barat, Bintan. Jalan milik nasional tersebut kondisinya semakin membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor.
Iyan, salah seorang warga mengatakan, dirinya sudah setahun melihat beberapa titik Jalan Lintas Barat yang membahayakan tersebut. Bahkan sudah memakan korban.
“Salah satu titik berbahaya seperti dekat pembangunan Bandara Busung. Di situ bahkan pengendara sering makan jalur lawan agar tak terkena gelombang jalan yang membuat hentakan keras. Padahal tindakan begitu membahayakan pengendara dari arah lawannya,” kata Iyan, Kamis (26/12).
Tidak hanya itu, jalan bergelombang sangat bahaya, panjangnya lumayan sekitar 800 meter dari arah Jembatan Busung menuju Tanjungpinang.
Di sisi jalaur tersebut sudah banyak pengendara terjatuh. ”Beberapa waktu lalu ada konvoi kendaraan yang terjerembab karena tidak tahu kalau jalan itu bergelombang, akhirnya jatuh karena tidak turun gas kendaraan,” terangnya.
Wahyu, warga lainnya juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya perawatan jalan yang dilakukan oleh pemerintah berwenang tidak tepat. Hal ini karena gelombang yang ada di jalan khususnya di gorong-gorong diaspal ulang.
”Jalan Lintas Barat makin mengerikan, apalagi libur panjang saat ini. Jadi ya bagi pengendara rakyat kecil seperti kita ini harap lebih waspada saja lah,” keluhnya. (aan)
