BINTAN – Pemkab Bintan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan membuka pelatihan dan sertifikasi untuk juru ikat (rigger) bagi pemuda Bintan, Rabu (20/11) kemarin. Pelatihan selama tiga hari di Hotel Lohas, Kecamatan Toapaya ini bertujuan untuk membuka peluang kerja, guna menekan angka pengangguran di Bintan.
Kepala Disnaker Bintan Indra Hidayat menyebutkan, pelatihan ini diberikan kepada 32 orang pemuda dan masyarakat umum di Kabupaten Bintan. Peserta berasal dari Kecamatan Gunung Kijang, Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, Kecamatan Teluk Sebong dan Kecamatan Bintan Timur.
”Pelatihannya sampai Jumat (22/11) besok,” sebut Indra Hidayat.
Indra Hidayat menjelaskan, pelatihan juru ikat atau rigger ini ditujukan untuk pekerjaan di investasi industri berat, yang menggunakan crane maupun alat berat lainnya. Dalam mengangkat barang maupun kontainer, ada standarisasi ikatan dan tali-temalinya. Standarisasi juru ikat ini, demi keselamatan kerja di industri berat. Seperti di PT Singatac Lobam, dan beberapa industri galangan kapal di Bintan Timur.
”Kalau pekerja sudah punya sertifikasi rigger ini, kesempatan kerja akan terbuka. Kalau tidak ada sertifikasi, bisa saja cuma tiga bulan kerja. Habis itu, putus kontrak. Makanya, kita berikan pelatihan dan sertifikasi rigger ini. Agar masyarakat Bintan memiliki kesempatan kerja di industri wilayah kita,” kata Indra Hidayat.
”Selain pelatihan rigger, kita juga memberikan pelatihan berbahasa asing Inggris, kepada pemuda Bintan lainnya,” tambahnya.
Supriyono Asisten II Setdakab Bintan mengatakan, pelatihan bersertifikasi ini membuka peluang kerja bagi masyarakat Bintan, untuk masa mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan informasi tentang aturan ketenagakerjaan, serta pengetahuan tentang keselamatan kerja, dan menciptakan pekerja yang bersertifikasi.
”Tahun lalu, angka pengangguran di Bintan itu mencapai 7,3 persen. Untuk menekan angka pengangguran itu, kita bikin pelatihan-pelatihan seperti juru ikat bersertifikasi ini. Sehingga, masyarakat Bintan bisa mendapatkan kesempatan kerja, nantinya,” ujarnya.
”Kita harapkan, ikuti pelatihan ini secara serius,” tegas Supriyono. (fre)
