TOAPAYA – Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, santri dan pengelola pondok pesantren Darulsilmi Bintan di Kelurahan Toapaya Asri, berjanji tidak melaksanakan demonstrasi atau unjuk rasa. Janji itu disampaikan dalam bentuk deklarasi, saat bersilaturahmi dengan Plt Kapolsek Gunung Kijang, Senin (14/ 10) siang kemarin.
Jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, direncanakan akan digelar, Minggu (20/10) sore akhir pekan ini, di di Gedung MPR RI. Menjelang dan setelah pelantikan ini, pengelola Ponpes Darulsilmi Bintan, memilih melakukan aktivitas belajar mengajar.
Ustaz Imron selalu pimpinan Ponpes Darulsilmi menyampaikan, ponpes ini berdiri sejak tahun 2014. Saat ini, ada lebih kurang 300 orang santri dari pulau Bintan. Pimpinan ponpes selalu menyampaikan dan mengimbau kepada para santri, agar tidak mengikuti kegiatan di luar. Karena, tugas santri adalah belajar.
”Untuk segala kegiatan yang berkaitan dengan aksi unjuk sasa, kami melarang keras. Mari kita jaga persatuan NKRI, menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI, akhir pekan ini,” imbaunya.
Plt Kapolsek Gunung Kijang Iptu Ngatno mengatakan, kunjungannya ke ponpes ini dalam rangka bersilaturahmi. Kapolsek juga mengajak agar santri dan guru tidak mudah terprovokasi dengan berita hoax di media sosial.
”Bijak lah menggunakan medsos. Jangan mudah terprovokasi dan ikutan dalam aksi unjuk rasa. Negara kita adalah negara hukum. Segala sesuatunya diatur oleh hukum. Mari terus kita jaga nilai-nilai toleransi beragama,” tambah Ngatno. (fre)
